Bertengtangan

1547 Words

Kanaya diam mendengarkan kalimat perkalimat yang keluar dari mulut mertuanya itu. Ketidak percayaan dan amarah bercampur menjadi satu, kalimat pedas yang sesekali berubah pahit Kanaya dengarkan karena itu menyangkut anaknya. Oma Putri berdiri meletakkan kedua tangannya dipinggang kemudian menatap menantunya itu begitu tegas, Kanaya harus setuju dengannya untuk menghentikan semuanya sebelum terlambat. "Lakukan sesuatu! Bilang sama Edwin untuk memisahkan mereka!" Titahnya begitu lantang, apa yang ia takutkan selama ini terjadi. Oma Putri mewanti-wanti cucu kesayangannya itu mencintai adik angkatnya sendiri, setiap saat ia selalu memikirkannya, bahkan disetiap malamnya ia selalu berdoa jika ketakutannya tidak terjadi. Elang tidak boleh mencintai adiknya sendiri meski mereka tak punya hu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD