Arum menunduk menitikan air mata mendengar hakim pengadilan menjatuhi hukuman 10 tahun penjara untuk ibunya, Arinka. Merasakan kedua tangannya digenggam oleh 2 orang berbeda Arum menoleh pada keduanya bergentian, ada ayah dan Elang disampingnya. "Anak ayah baik-baik saja?" Anggara menghapus air mata Arum yang jatuh dikedua pipinya, ia tau bagaimana perasaan Arum melihat ibunya duduk didepan hakim menunduk dengan kedua tangannya diborgol menunggu hakim menetapkan hukumannya karena tuduhan kekerasan anak. "Iya ayah, Arum baik-baik aja tapi ib---" "Jangan nangis, ayah akan mengupayakan agar ibumu nggak mendekam selama itu dipenjara" potong Anggara meyakinkan Arum. Sebenarnya Anggara maupun Elang tidak membiarkan Arum datang ke pengadilan melihat ibunya diberikan hukuman karena perbuatann
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


