Pulang

1567 Words

"Jangan hiks. . ." Suara pintu kamar terbuka, sosok pria dewasa seumuran dengan Edwin memasuki kamar dengan senyuman bak malaikat. Arum tau jika itu bukan malaikat biasa tapi malaikat pencabut nyawa. Menyeramkan. Arum terperanjat, reaksinya seperti melihat hantu. Ia berdiri dari ranjang saat pria itu mendekat. Arum ketakutan, panik, gelisah, ia tak tau harus apa selain menghindari pria tua itu. "Reaksimu sangat berbeda dari yang sebelumnya, sweety" suara serak itu membuat bulu kuduk Arum meremang, Arum memeluk dirinya begitu was-was. Wajahnya pucat pasih karena ketakutan. "Ke-kenapa aku disini?" "Aku membawamu kesini saat kamu tertidur sweety" "I-bu mana?" "Kenapa kamu mencari wanita tua itu?" Pria itu berdecak tak suka Arum mengingatkannya dengan Arinka "Kemarilah! Om ingin mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD