Psikolog

1515 Words

Elang meremas sprey ranjang yang ia duduki sekarang, dadanya sesak dan hatinya seakan diremuk melihat keadaan gadis didepanya. Seminggu telah berlalu, kejadian di Bekasi waktu itu merupakan awal kesakitannya melihat sang kekasih seperti sekarang. Pagi, siang, sore, malam tak ada yang berubah. Gadis itu cuma berbaring diranjang Queen sizenya menghadap jendela besar disebelah kanannya. Matanya seakan menatap keluar jendela tapi siapapun yang melihatnya akan tau jika tatapan itu begitu kosong dan kelam seakan tak memiliki warna disana. Tak seorangpun yang berhasil mengajaknya berbicara, baik itu Elang, ketiga sahabat Elang, Keempat sahabatnya yang rutin mengunjunginya bahkan kedua orang tua angkatnya. Setiap kali mereka mengobrol, gadis itu tetap mengalihkan matanya keluar jendela, entah a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD