"Ayah mau kemana?" Arum mencekal tangan Anggara untuk tidak menjauh darinya. Sejak pertemuan mereka beberapa jam yang lalu, Arum tak mau lepas dari sang ayah. Gadis itu terus memeluk ayahnya takut jika melepaskannya maka Anggara akan meninggalkannya lagi seperti dulu. "Ayah nggak akan kemana-mana, ayah akan tetap disini jaga anak ayah," lirih Anggara memegang erat tangan Arum yang menggeleng tetap tak ingin Anggara beranjak darinya. "Jangan pergi ayah, Arum sakit, jangan buat Arum sakit lagi!" Pintanya sesak, mengingat kejadian 10 tahun yang lalu membuat Arum sakit. Arum ingat jelas saat ayahnya mengusirnya dan tak mengakui dirinya bukan anak pria itu. Itu adalah awal Arum merasakan yang namanya sakit hati, tapi Arum tidak membencinya. Arum tetap sayang, ayahnya. Mungkin mereka beberap

