Part 01

739 Words
Menghabiskan tiap malam di club sudah menjadi kebiasaan Stela dan sahabatnya. "Kau tidak pulang? Ini sudah pagi." tanya Della. "Memangnya sekarang pukul berapa?" tanya Stela. "Pukul 04.30 pagi." Jawab Della. "Kalau begitu aku pergi dulu." kata Stela beranjak pergi. "Hati-hati" ucap Della. "Hati-Hati cinta" ucap Rad dengan kekehannya. "Kau membuatku ilfeel Rad." kata Stela bergidik ngeri. Rad hanya terkekeh sedangkan Della memukul pundak Rad. Pacarnya itu sungguh sangat kelewatan jahilnya. Stela pergi dari club dengan salah satu mobil sportnya. Diperjalanan Stela selalu terbayang adegan yang di lihatnya waktu di club, tepatnya di toilet. Itu semua membuat Stela tidak fokus mengendarai mobilnya. Stela benci, ia tidak ingin mengingatnya. Namun di pikirannya selalu terbayang adegan meniijikan itu. "b******k!" Umpat Stela kesal sambil memukul stir mobilnya. "Kenapa aku selalu memikirkan dua sejoli m***m tadi. Oh s**t!" batin stela. Tiba-tiba ponsel stela berdering dan berhasil membuyarkan lamunannya. Stela melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini. Ternyata itu panggilan dari Grizelle. Orang kepercayaan Stela, biasa dipanggil zelle. Tidak biasanya Zelle menghubunginya sepagi ini. Stela segerah menggeser warna hijau. "Hallo Nona Stela, maaf mengganggu waktunya sebentar. Ada yang harus saya sampaikan." ucap Zelle sopan. "Katakan." jawab Stela singkat. "Nona mendapat undangan untuk menghadiri acara fashion show dari desainer ternama dikota New York dan anda di minta untuk menjadi modelnya. Apa Nona Stela bersedia?" kata Zelle menjelaskan. "Pukul berapa?" tanya Stela. "Pukul 03.00 sore. Jika Nona Stela bersedia, saya akan menginformasikan kepada desainer tersebut." jawab Zelle. "Saya bersedia." balas Stela. "Baik Nona Stela. Nanti saya informasikan kepada desainer itu bahwa Nona Stela bersedia menjadi modelnya" kata Zelle. "Hm." balas Stela. "Baik Nona Stela. Selamat pagi" ucap Zelle. Segera Stela mematikan sambungannya tanpa membalasnya. Stela seorang supermodel yang terkenal. Banyak orang mengatakan bahwa Stela itu memiliki sifat yang ramah dan baik, seperti wajahnya yang cantik. Namun siapa sangka ternyata Stela seorang BadGirl. Hanya saja di depan publik ia bersifat ramah dan baik. Hanya sebagian orang yang mengetahui bahwa Auristela Lesham seorang BadGirl. Melihat mobil Stela tiba di depan gerbang Mansion, penjaga itu langsung membuka pintu gerbang utamanya. Stela langsung masuk kedalam mansion. Seperti bisa di dalam mansion besar itu sepi, tidak ada orang. Daddy sibuk dengan pekerjaannya sebagai CEO diperusahaan Lesham's. Mommy sibuk foya-foya menghabiskan uang untuk hal yang tidak berguna. So, sudah pasti stela menjadi BadGirl karena tidak mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Mereka pikir uang adalah segalanya. Namun tidak bagi stela. Kasih sayang lebih berharga dadi apapun termasuk uang. Stela menuju kamarnya dan segera tidur. Badan stela terlalu capek dan ngantuk. Bahkan stela tidak peduli dengan keadaannya sekarang. Baju bau alkohol, badan kotor, rambut acak acakan. Yang terpenting untuk saat ini yang Stela butuhin hanya tidur setelah semalam menghabiskan wine 3 botol. Baru saja tertidur, namun akibat sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar Stela membuatnya terbangun. Diliriknya jam masih menunjukan pukul 07.00 pagi. Walaupun Stela bangun tidur, namun wajahnya selalu cantik. Tidak heran banyak pria yang kagum dan bersaing untuk mendapatkan cinta seorang Auristela Lesham. Stela segera turun kebawah untuk sarapan. Seperti biasa, ia sarapan sendiri tanpa ditemani orangtuanya. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri. Setelah selesai makan Stela beranjak kembali kekamarnya. Stela berniat untuk tidur, walaupun tidak bisa tidur kembali, namun ia paksakan. Sampai akhirnya ia menyerah dan hanya berdiam diri di kamarnya. Mengingat kembali masa kecil yang sangat indah dimana orangtuanya memanjakan dan memberi kasih sayangnya dengan tulus. Tidak terasa air mata Stela menetes mengingat itu semua. Betapa sakit hatinya stela melihat daddy dan mommy seperti sekarang yang tidak memperdulikan stela. Bahkan stela menjadi bad girl agar daddy dan mommy memperhatikannya. Namun ternyata sama saja, mereka tetap tidak peduli. "s**t!" teriak stela Stela berjalan menuju lemari mengambil sweater dan memakainya. Setelah itu Stela keluar pergi ke mansiin Della. Di perjalanan Stela tidak fokus dan melamun saat menyetir. Masih memikirkan orangtuanya. Tiba-tiba ia menabrak mobil di depannya dan membuatnya bangun dari lamunanya.  Terlihat seorang pria keluar dari mobil itu dan langsung berjalan kearah mobil stela dengan wajah menahan emosi yang akan segera meledak. Terdengar suara ketukan pintu mobil Stela cukup keras. "Keluar dan tanggung jawab! Kau lihat mobilku lecet b******k!" Teriak seorang pria dari luar dengan muka arogannya. "Oh s**t!!" batin Stela sambil membuka pintu dan keluar. Betapa terkejutnya Stela, ternyata pria itu yang dilihatnya sedang melakukan hal menjijikan di toilet club waktu itu. Betapa sempitnya dunia ini hingga Stela harus bertemu dengan pria itu lagi. Namun tidak untuk laki laki itu. Dia tersenyum manis, lebih tepatnya senyum smirk. Ya, dia Adelardo Gelarnaraga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD