--Happy Reading-- Di pintu ke luar rumah sakit, aku melepaskan kepergian Satria dengan mataku yang sudah berkaca-kaca. Aku harus mengikuti perintah mas Adam dalam waktu sepuluh menit yang diberikan. Untuk itu, aku tidak bisa untuk membantahnya. “Maaf ya, Satria! Aku harus balik ke kamar VIP tadi,” ujarku lirih, tidak tega melihat wajah sedih Satria. Aku yakin, saat ini Satria masih butuh sandaran atau teman untuk masalah keluarga yang baru saja terjadi. “Ya, Anna. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kakakku di tempat ini. Mungkin, ini sudah takdirku harus bertemu dengan cara ini,” ujarnya lirih dengan bibir bergetar. Aku hanya mengulas senyum tipis sambil mengangguk mengerti dengan kesedihan hati Satria saat ini. “Mudah-mudahan, ada waktu yang baik dan tepat untuk kamu dan Kakakmu

