--Happy Reading-- “Anna…” panggil Satria sambil menjentikkan jemari tangannya di depan wajahku. “Eeh.. iya,” sahutku sedikit terkejut. “Kenapa melamun? Katanya mau menjenguk Asisten majikan kamu?” tanya Satria, membuatku semakin panik dan gugup. “I-itu.. a-anu..” ucapku tergagap, kala ekor mataku melirik ke arah mas Adam yang masih bergeming dengan tatapan tajamnya. Ya Allah, ini kah namanya seperti memakan buah simala kama? Aku yang berbohong, aku pula yang memakan kebohonganku sendiri. Aku terpaksa berbohong juga, karena mas Adam sudah menulisnya dalam surat perjanjian, jika tidak boleh ada yang tahu kalau aku ini istrinya mas Adam, termasuk teman-teman di kampusku. Ah, kenapa aku harus takut? Itu kan salah satu point yang tertulis dalam surat perjanjiannya. Jadi, aku tidak perlu t

