--Happy Reading-- Di meja makan, asisten Bisma menyodorkan beberapa lembar kertas ke arahku. Kertas tersebut berisi surat perjanjian yang sudah dibubuhi materai dan tanda tangan mas Adam. “Ini, untuk Nona Muda! Silahkan, dibaca dan dicermati!” ucap asisten Bisma dengan raut wajah canggung. Aku masih belum mengerti, apa maksud dari ucapan asisten Bisma? Terus, untuk apa kertas ini? Mataku melirik ke arah mas Adam, apa yang sebenarnya mas Adam inginkan? Perlahan, aku mengambil kertas tersebut dan langsung membacanya dengan seksama. Deg! Nyes! Jantung dan darahku kompak berdesir saat membaca setiap kata yang tertulis dalam lembaran kertas itu. Aku benar-benar seperti sedang berada di wahana permainan yang mengadu adrenalin. Di dalam surat perjanjian tertulis, jika aku harus patuh dan

