--Happy Reading-- Aku bergeming menatap ke arah jari telunjuk tangan mas Adam yang masih terangkat di udara. Seolah menyadari aku yang terdiam, perlahan-lahan tangan mas Adam turun dan menarik jari telunjuknya. Ekor mataku menyapu sekitar, mencermati wajah kakek Zein dan dua pengawal yang memayungi kepala kami. Aku mencoba mencari jawaban, atas apa yang baru saja aku saksikan. “Mas Adam, kenapa tangannya bisa pas menujuk ke arahku?” tanyaku penasaran. Aku memberanikan diri, untuk mencari kebenaran atas keraguanku mengenai penglihatan mas Adam. Hening. Aku bisa melihat ketegangan di wajah mereka berempat, atas pertanyaanku itu. Namun, masih belum bisa menemukan apa yang aku ragukan. Mengapa mereka terlihat panik dan gugup? “Kakek!” panggilku meminta jawaban, karena mas Adam tidak k

