Chapter 41. Pelarian.

1126 Words

--Happy Reading-- Aku segera bringsut untuk bangkit dari pangkuan mas Adam. Namun, mas Adam kembali mendekapku dengan erat, seolah tidak rela melepaskanku begitu saja. “Mau ke mana, huem?” tatapan mas Adam dengan gairah yang terbakar. “Lepasin, ihh! Aku mau makan, Mas. Lapar, tahu.” Mas Adam mengulum senyum dengan tatapan mematikan. “Aku juga lapar, Istri Kecilku.” “Kalau lapar, makanlah. Ayo!” ajakku. Mas Adam menggeleng, semakin mengeratkan pelukkannya. Padahal aku sudah berusaha untuk terlepas. “Nggak mau!” “Lah, tadi bilang lapar. Gimana, sih?” “Aku bukan lapar makan nasi. Tapi…” Mas Adam menggantung ucapannya. Aku mengernyitkan keningku, menunggu kata-kata mas Adam selanjutnya. “Tapi…” Lagi, mas Adam menggantung ucapannya. Aku sangat kesal dibuatnya, dengan kata-kata mas Ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD