--Happy Reading! Jangan lupa tap lovenya ya!-- “Pelayan?” satu pertanyaan dari ekspresi terkejut supir pribadi mas Adam, yang membuyarkan lamunanku. Aku memberi kode dengan gerakkan bibir meminta tolong, agar pak supir mengerti. Namun, sia-sia, pak supir tidak bisa membaca gerakkan bibirku. “Kata Tuan Muda, saya ditugaskan untuk mengantar jemput, Nona Muda.” “Pak, jangan panggil saya dengan Nona Muda! Cukup panggil dengan nama saya saja, Anna.” Terpaksa aku harus mematahkan kecurigaan Satria. “Tapi…” “Saya bukan majikan, Bapak! Saya hanya seorang pelayan di Mansion Tuan Adam. Jadi, kita sama-sama bekerja di sana.” Pak Supir pun nampak bingung dengan ucapanku.Terlihat dengan gerakkan tangannya yang menggaruk kepalanya tiba-tiba dengan ekspresi heran. “Bapak pulang saja, sekarang! S

