--Happy Reading-- Drrrt…. Kriiing… Bunyi ponsel mas Adam memekik kencang, yang berada di saku bajunya. Sontak, aku dan mas Adam tersadar dari posisi yang cukup meresahkan. Segera aku beringsut bangkit dari atas tubuh mas Adam dan memperbaiki pakaianku yang sedikit kusut. Ah, wajahku sudah dipastikan bersemu merah, ketika sadar atas apa yang baru saja terjadi. Bibir Mas Adam benar-benar hampir menempel dengan bibirku. Mas Adam tersenyum lebar, kala membaca nama pemanggil di layar ponselnya. “Hallo, sayang!” Terdengar nama panggilan yang membuat hatiku sedikit timbul rasa perih. Aku yakin, yang sedang menelpon mas Adam adalah Kirana, kekasihnya yang tidak pernah bisa mas Adam lepaskan. Aku sadar, hanya sekedar istri yang tidak diinginkan dan istri yang tidak pernah dianggap selama

