The Beginning of Our Story
Risanjani Maharani seorang gadis yang terlahir di keluarga yang sangat perfeksionis , kedua orang tuanya sangat menuntut anak-anaknya selalu unggul dalam segala hal termasuk dalam dunia pendidikan, hal ini lah yang membuat gadis yang biasa di panggil Risa itu merasa tertekan akan tuntutan orang tuanya, di tambah lagi ketika ia memiliki seorang kakak dan adik yang selalu menan jadi kebanggaan orang tuanya, sedangkan Risa yang terlahir tak se istimewa saudarinya merasa tidak pernah mendapat Ruang dalam Keluarganya, baginya Ada dan tidak ada dirinya juga tidak ada bedanya. Ia merasa tak pernah menjadi bagian dari cerita keluarganya. Ia juga tumbuh sebagai anak yang kurang dekat kepada keluarganya, tak pernah sekalipun ia menceritakan segala kepedihan yang ia alami dalam hidupnya, dia sangat mahir dalam memainkan perannya sebagai anak manusia yang bahagia meski sebenarnya ia merasakan kekosongan dalam dirinya, ia merasakan rasa sepi yang tiada berhenti.
Keluarganya tak pernah memperhatikan nya sehingga membuat ia terpaksa mencari kebahagiaan di luar rumah, namun saying hal ini justru membuat orang tuanya semakin benci pada nya serta selalu membanggakan kedua saudarinya dihadapan Risa, bahkan secara terang-terangan ayah Risa berkata sangat Menyesal mempunyai anak sepertinya, kata- kata kasar pun tak bisa Risa dielak, sang Ayah mengelontarkan sumpah serapah untuk membunuhnya karena tak sudi memiliki anak yang hanya bisa menjadi Beban untuk keluarganya. Hati Risa begitu hancur saat mendengar hal itu dari orang yang tak mungkin ia benci, meski sudah banyak luka yang ia dapat dari keluarganya namun ia tetap menyayangi mereka, she has no time and energy to hate her family especially Dad. Bakhkan dia tak sedikitpun mampu membalas umpatan-umpatan yang ia dapatkan. Ia hanya mencoba diam meski batinnya bergejolak ingin mengungkapkan segala luka yang terima sejak kecil. Bayangkan saja saat masih kecil Risa selalu mendapat kekerasan fisik maupun perkataan yang hingga saat ini masih membekas dalam ingatanya, namun ketika ia dewasa dan menanyakan tentang kesalahan ayahnya di masa lalu, ibunya pun hanya membernarka apa yang Ayahnya lakukan, beliau berkata “ its okay, lagi pula kamu masih hidup sampai sekarang”, Risa pun hanya bisa tercengang saat mendengar kata-kata itu dari ibunya, bagaimana mungkin ia membenarkan dan menganggap kecil hal itu, padahal sudah jelas bahwa itu akan menjadi trauma dan mempengaruhi pertumbuhan seorang anak. Maka tak heran Risa tumbuh sebagai anak yang sedikit keras kepala dan susah diatur, ia melakukan apapun yang membuatnya bahagia.
Artan Arya Pradipta, seorang Pengacara muda yang cerdik saat menyelesaikan masalah-masalah clientnya, memiliki kemampuan analisa yang kuat serta berdedikasi tinggi memberikan keadilan dan hak pada clientnya, dia begitu idealis dimana menganggap bahwa profesinya bukan semata-mata untuk mencari kekayaan ataupun menjadi Pengacara terkemuka seperti Hotman Paris yang menjadi Milyarder dan berglimang harta. Baginya dengan profesi itu ia bisa mengungkap segala kebenaran serta keadilan, Ia sadar bahwa keadilan di Negara ini begitu mahal, sehingga ia hanya ingin setiap warga negara merasakan hal tersebut. Hal itulah yang membuat Risa menaruh hati pada pria dua puluh tiga tahun itu.
Di usia yang sangat muda dan bisa dibilang masih junior, namun kemampuan Artan tak bisa di pandang sebelah mata, Ia mampu memenangkan kasus pertama atas clientnya, seorang Pengusaha terkemuka di Jakarta yang terjerat kasus pembunuhan, saat semua bukti-bukti mengarah kepada clientnya serta para saksi yang beresiko akan memperkuat tuduhan tersebut, disitulah ketepatan logika dan analisa Artan di uji, Ia justru menemukan kejanggalan ketika menyadari bahwa segala bukti seperti jelas-jelas tersusun rapi dipersiapkan untuk menjerat clientnya. Artan menerima untuk menangani kasus tersebut pada saat itu dikarenakan merasa terpanggil itu kasus tersebut.
Setelah mampu mengungkap kebenaran kasus tersebut, sejak saat itulah namanya mulai disegani di kalangan pengacara, terlebih lagi setelah itu ia mendapat suatu kepercayaan oleh Clientnya tersebut ia kini mempunya relasi yang bagus untuk mempengaruhi kariernya di masa depan, sejak saat itu ia sering bertemu dengan jajaran pengusaha ternama, setelah membersihkan nama baik clientnya, Artan pun dijadikan pengacara keluarga oleh pengusaha tersebut. Saat ini Artan adalah kebahagiaan Risa, ia satu-satunya orang yang mengerti segala hal tentang Risa, bahkan saat Risa mengalami hal buruk, Artan lah orang yang pertama kali Risa datangi. Keduanya saling membutuhkan, meski kadang hati mereka tak sejalan. Pertemuan mereka terjadi atas ketidaksengajaan, tepatnya pukul dua belas malam saat Risa dan teman-temanya pergi ke sebuah club untuk menghilangkan penat akan tugas akhir mereka di kampus. Teruntuk pertama kalinya Risa menginjakan kakinya ke tempat seperti itu, ia hanya mengikuti keiginan temannya, pada saat itu pula dengan polosnya Risa meminum wine yang diberikan oleh orang asing, Ia tidak pernah berpikir bahwa orang tersebut memiliki niat buruk padanya. Saat obat yang dimasukan dalam minuman itu beraksi Risa pun dibawa ke sebuah tempat. Artan yang kala itu sedang menyelidiki sebuah kasus hingga mengharuskan ia pergi ke sebuah bar untuk mencari sebuah petunjuk akan kasusnya menyadari bahwa Risa dalam bahaya, tanpa piker panjang ia pun langsung menggagalkan rencana orang tersebut dan berhasil menyelamatkan Risa. Artan segera membawa pulang Risa ke alamat yang tertera dalam kartu identitas Risa, saat di jalan Risa mulai tersadar dari mabuknya betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang lelaki yang tidak ia kenal membawanya pergi entah kemana, Risa dengan lantang berteriak meminta tolong karena berpikir Artan adalah orang yang memberi minuman saat di club, mengingat ingatannya pun belum begitu jelas mengingat kejadian sebelumnya, Artan segera membungkam mulut Risa agar tidak berteriak hinggga memunculkan persepsi yang salah tentang dirinya. Ia segera menunjukan semua kartu identitas tentang dirinya agar Risa percaya bahwa ia bukanlah orang jahat. Namun Risa tak percaya begitu saja, dia yakin bahwa lelaki tersebut berniat buruk padanya hingga ia memutuskan untuk kabur dengan melompat dari mobilnya, karena tindakan konyolnya justru menyebabkan ia terluka parah hingga membuat kakinya memar dan berdarah, Artan pun dengan segera membawa Risa ke Rumah Sakit terdekat, meski dengan terluka parah ia belum mampu mempercayai Artan sepenuhnya, namun ia terpaksa mempercayainya karena hanya dia yang bisa menolongnya dalam keadaan seperti itu. Sesampainya di Rumah Sakit Risa segera mendapat penanganan dengan cepat, dikarenakan luka yang cukup parah mengharuskan Risa agar dibius agar menghindari rasa sakit saat pengobatan. Setelah tersadar akan pengobatannya, ia pun disambut oleh sang suster dengan senyum yang hangat dan berkata “Selamat pagi pacar Mas Artan”. Risa hanya bisa melongo dan bingung dengan perkataan tersebut, ia bahkan tidak mengenal Artan bagaimana mungkin ia bisa menjadi Pacar seseorang yang tidak pernah ia kenal. Namun sang suster menjawab bahwa terakhir sebelum Artan pergi ke Club ia berkata akan bertemu dengan orang yang istimewa, dan setelah kembali dari club ia datang bersama kamu, maka saya piker kamu adalah orang special itu. Risa pun menjelaskan bahwa sebenarnya ia tidak mengenal lelaki tersebut dan mereka baru bertemu malam itu. Sang suster pun mulai menjelaskan siapa sosok Artan tersebut dan benar bahwa Artan adalah seorang Pengacara dan merupakan anak dari pemilik Rumah Sakit tersebut. Ia dikenal baik oleh semua orang ternasuk orang di rumah sakit ini, meski terlahir dari keluar berada namun ia tetap down to earth. saat tengah membicarakan Artan, tiba-tiba ia pun muncul dan bertanya tentang keadaan Risa, sang suster menjelaskan bahwa lukanya akan segera pulih meski untuk beberapa hari ke depan. Handphone Risa berbunyi, panggilan tak terjawab lebih dari sepuluh kali dari orang tuanya membuat panik dan bingung akan menjawab apa karena semalaman ia tak pulang ke Rumah. Namun bukan kekhawatiran yang mereka ucapkan namun justru umpatan-umpatan sebagai wanita jalang di lontarkan kepadanya, Ternyata mereka lebih mempercayai ucapan temanku yang menjelek-jelekan diriku atas kejadian semalam ,padahal ia saja baru pertama kali ke tempat seperti itu. Keluarga yang seharusnya menajadi tempat pertama untuk berlindung justru menjadi penghancur mental utama untuknya. Semenjak itu pula Risa memutuskan tidak pulang ke Rumah, baginya itu bukanlah sebuah rumah karena tidak memberikan kenyamanan dan kehangatan sedikitpun. Mendengar pertengkaran itu Artan merasa iba dan tak tega pada Risa Ia mencoba memberikan pertolongan padanya dengan memberikan tempat tinggal sementara.
Artan mengantar Risa ke salah satu apartementnya, hal ini dilakukan Artan sebagai penebusan dosa karena telah mencelakainya. “ kenapa kau peduli padaku, kita bahkan tidak kenal satu sama lain?’’ ujar Risa. Artan hanya tersenyum dan berkata “ Mulailah kembali hidupmu di sini” kemudian ia tiba-tiba setelah mendengar telepon, “ Mungkin telepon dari clientnya” batin Risa.
Setelah malam tiba Artan datang dengan membawa Baju-baju dan keperluan untuk Risa, ia juga membawakan makanan untuk makan malam bersama. Malam itu mereka saling bercerita dan mulai memahami satu sama lain, Risa mengetahui alasan Artan membantunya karena ia juga pernah memiliki masalah dengan keluarganya. Ayahnya menentang keras ia menjadi Pengacanra karena menginginkan ia menjadi Dokter seperti Ayahnya, sementara ia bertekad menajadi seorang Pengacara karena semasa kecil Ia yakin bahwa ibunya meninggal bukan karena sakit seperti yang Orang-orang ketahui, melainkan ulah ibu tirinya sendiri karena saat itu ia ingin menikah dengan Ayahnya, namun sampai saat ini pun ia belum bisa membuktikannya. Bahkan sampai saat ini hubungan Artan dan ayahnya belum membaik. Artan dan Risa bagaikan manusia yang kehilangan rumah tapi mereka mampu membangun kembali Rumah mereka dengan cinta dan kasih yang mereka punya. Dan disini pula lah awal kehidupan mereka di mulai.