Deep Talk

1153 Words

Cukup lama Ardhan menimbang-nimbang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi menemui Prama. Kakek terlihat senang dengan pilihan Ardhan. “Akan kuhadapi meski babak belur,” ucapnya. Ardhan menghidupkan mesin motornya, memakai jaket dan helm. Perlahan dia meninggalkan tempat kerjanya menuju alamat yang dikirim oleh Prama. Tempat yang dituju lumayan jauh, Ardhan sempat salah jalan beberapa kali. Hingga akhirnya ia tiba di tempat yang dimaksud oleh lelaki itu. “Selamat datang Pak Ardhan,” sambut Prama sembari menjabat tangan Ardhan. “Tempatnya jauh ya,” lanjutnya. “Iya Pak, saya sempat salah arah beberapa kali,” ujar Ardhan polos. “Kenapa kita harus bicara di sini, Pak? Tempat apa ini?” Ardhan mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru tanah kosong, bebe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD