44 "Aku mau kita cerai!" tegas Lisa dari seberang telepon. Brian mengeraskan rahang, benar-benar tidak menyangka bila istrinya menelepon dari Brisbane hanya untuk meminta cerai. Pria itu ingin sekali mengumpat, tetapi kedua anaknya yang tengah bermain di lantai bersama dengan pengasuh membuatnya menahan curahan kata-kata itu. "Oke, no problem. Kamu yang urus semua. Saya tinggal tanda tangan!" desis Brian, sesaat setelah menimbang-nimbang dalam hati. "Kirimkan berkas-berkas ke alamat kantor." "Kamu yang mau ngurus 'kan? Jadi kamu datang dan ambil sendiri!" "Jangan mempersulit!" "Saya nggak mempersulit. Setidaknya ketemu dengan anak-anak dulu, biar cuma sebentar. Mereka ... merindukanmu." "Aku sibuk, gak ada waktu ke sana!" Brian membeliakkan mata, sangat kecewa dengan jawaba

