45 Langit malam tampak gelap. Bulan seolah-olah enggan untuk bertugas menerangi bumi dan memilih bersembunyi di balik awan. Bintang pun seakan-akan malu untuk memancarkan kerlipnya dan menyembunyikan diri dalam lapisan pekat. Hal yang sama juga tengah dirasakan oleh Jenita. Perempuan itu duduk di kursi balkon belakang seorang diri. Menatap langit dengan sorot mata menerawang. Kilasan memori saat dirinya masih bersama dengan Leo kembali melintas. Masa-masa di mana mereka sama-sama menahan hawa nafsu setiap menghabiskan waktu berdua. Jenita tahu bila Leo adalah pribadi yang santun dan sangat menghormati perempuan. Pria itu selalu berusaha untuk menahan diri agar tidak melakukan hal-hal yang kelewat batas pada Jenita. Anak sungai mengalir di pipi Jenita yang halus karena merasa sangat

