35 Rinai hujan yang mengguyur Kota Jakarta sejak awal malam masih menyisakan udara sejuk. Embun pagi yang menggantung di dedaunan meneteskan air sedikit demi sedikit hingga membasahi tanah. Suasana di kediaman Jenita tampak sepi. Seorang asisten rumah tangga tengah membersihkan ruangan demi ruangan, sementara yang seorang lagi tengah menyiapkan makanan untuk sarapan sang nyonya. Dalam kamar utama, Jenita tengah menahan rasa sakit di bawah perut sambil mengatur napas dan memerhatikan benda bulat yang tergantung di dinding. Menghitung jarak antara satu kontraksi dengan yang berikutnya. Beberapa belas menit kemudian, Rully dan Marcell tiba. Kedua orang tersebut membantu memapah Jenita menuruni anak tangga. Kedua asisten tampak bingung ketika melihat sang nyonya tampak pucat dan tengah

