Bab 15

538 Words

Keesokan harinya. Terlihat begitu nyenyak sesosok wanita yang baru saja terbangun dari tidurnya, Grace mencari-cari keberadaan jam dinding dan ia sungguh terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul dua siang, "astaga," Grace berlari membuka pintu dan ia lebih terkejut saat sudah ada Pete duduk di depan meja makan  memandang dirinya saat ini . Grace berjalan pelan duduk di depan Pete tersenyum sendiri yang entah itu apa artinya, "kau yakin tak ingin tidur lagi?" Tanya Pete dengan sedikit tersenyum. Wanita itu tertunduk malu menyelipkan rambut di telinga, "maaf aku sungguh lelah kemarin,"  "Panggil aku Pete, itu namaku," ucap Pete dengan mengolesi selai kacang di selembar roti. "Terimakasih Pete," Grace benar-benar nyaman dengan pria yang kini bernama Pete. "Makanlah ini," Pete menyod

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD