Entah harus berapa jam lagi wanita itu berdiri dengan bibir yang sudah memucat, hujan malam itu sudah sedikit reda namun tidak dengan dingin yang di rasakan Grace. Dari arah sedikit jauh Ken memutar balik mobilnya, ia sungguh-sungguh benci dengan wanita yang menyandang status istri saat ini. "mengapa setiap aku menatap Grace, aku selalu terbayang akan kematian Jesseli," Tangan Ken memukul keras setir mobil. "Ken kau membiarkan dia semalaman di sana?" Tanya Roger menoleh belakang sebentar. "Hmm," Ken tak memperdulikan jika wanita itu mati, kini di otak Ken hanyalah dendam akibat kematian Jesseli. Ken mempercepat mobilnya mengantar Roger dan ia ingin segera sampai di rumah. Saat mobil Ken benar-benar hilang meninggalkan Grace yang masih tetap berdiri dengan kedua tangan yang memeluk di

