-Alex point of view- Kinan tidak terlihat seperti biasanya yang selalu bersemangat untuk merencanakan perjalanan denganku. Hari ini, gadis itu tampak berbeda. Tidak b*******h seperti mayat hidup. Hanya menjawabku dengan satu dua kata, bahkan membuang mukanya dariku. 'Sial! Padahal aku bukan ada di sini karena tidak ada pekerjaan'. Ada banyak hal yang harus aku selesaikan. Tapi aku benar-benar ingin melihat senyumnya dan menghabiskan waktu dengannya hari ini. Aku pikir dia akan senang. 'Dasar tidak tahu diri!' Senyum yang tadinya mengembang dengan sempurna menghilang dan menjadi kaku. Rahangku mengeras dan urat-urat leherku berdenyut. “Kinan, lihat wajahku kalau aku sedang bicara. Siapa yang mengajarimu begini? Teman-temanmu yang sialan itu.” Aku tidak mau membentaknya. Tapi caranya meng

