Chapter 26: Big Girls don't Cry

1664 Words

New York City, New York, Juni 2018. Jangan menangis. Gadis besar tidak menangis. Jadi jangan menangis. Tidak sekarang, tidak di sini. Kinan berdiri mematung. Mengepalkan tangannya, kuat. Menancapkan kuku-kukunya di telapak tangannya. Perih. Tapi tidak sebanding dengan perasaannya saat ini. Matanya basah, berair. Kinan menarik nafas dalam-dalam. Berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah di pipinya. Tidak di sini. Rebecca menyadari ada yang aneh dari Kinan. Satu menit lalu, mereka sedang tertawa, bergosip tentang pasangan paling hot di sekolah dan rencana liburan musim panas nanti. Lalu tiba-tiba Kinan menghentikan langkahnya dan mematung seperti baru saja melihat hantu. Belum lagi ekspresi wajahnya yang penuh dengan rasa sakit. “Kay, kamu baik-baik saja?” tanya Rebecca sambil mengg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD