Tertawa hambar, Cinthya memberi delikan pada Elang yang hanya bisa meringis. Pria itu bangkit dari duduknya di samping sang Mama, sebelum kemudian berjalan menuju Cinthya yang masih mematung di tempatnya berdiri. "Sayang, kamu nggak bilang mau ke sini?" Tak segera menjawab, Cinthya melirik kearah Dela yang tampak tak acuh dan mengabaikannya bersama Elang. "Aku mau ajak keluar, sekalian cari tempat untuk makan siang bareng. Tapi sepertinya kamu sedang sibuk." "Aku, Itu, maaf," Elang tampak kebingungan untuk memberi jawaban. Masalahnya, sang Mama dan kekasihnya tak pernah bisa akur, meski tak memperlihatkan hal tersebut secara terang-terangan. Tapi tetap saja, keduanya seolah enggan untuk berinteraksi satu sama lain. Sekadar berbasa-basi sejenak pun tidak, dan lebih banyak saling tak m

