Berpisah

1939 Words

“Cheers!” Denting suara gelas beradu terdengar nyaring. Aku, Aline, Desi dan Micel seperti biasa makan siang bersam. Tidak ada yang berbeda. Meski Aline dan Rendi sudah mengumumkan pernikahan mereka, tapi mereka bisa membagi waktu antara teman, kerja dan pacaran. “Lo sudah tentuin tanggalnya?” tanya Desi sambil memasukkan kentang goreng ke dalam mulut. “Belum, rencananya hari Minggu keluarga besar akan berkumpul,” jawab Aline.  “Gue masih belum nyangka lo bakalan nikah.” Micel ikut menimpali. “Padahal dia yang sering gembar gembor buat larang kita nikah di usia muda,” sahutku. Aline meletakkan telunjuknya di depan bibir. “Umur gue sudah 29 tahun, jadi wajar dong kalau mau nikah. Lagi pula gue merasa sudah mapan dan Rendi juga punya penghasilan jadi gak ada masalah.”  Kami kompak me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD