Aku bisa bernapas lega setelah dokter mengatakan bahwa alergi yang terjadi padaku dikarenakan perubahan hormon. Area mataku masih terasa gatal, ruam merah masih membekas di tanganku. Aku benar-benar tidak percaya diri dengan penampilanku saat ini. Bahkan saat mertua dan kedua orang tuaku datang pun aku tidak berani menampakkan wajah. Pintu ruang inap terbuka menampakkan Alex yang terlihat pucat. Dengan cepat kutarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh. “Ana kamu baik-baik saja? Apa kamu merasa tidak enak badan?” “Aku baik-baik saja,” sahutku. “Buka selimutnya Ana. Saya ingin melihat kamu.” “Jangan. Wajahku masih banyak ruam merah.” Alex menarik selimut yang kupakai namun aku berusaha mempertahankannya. Alex akhirnya mengalah dan membiarkan aku menutup sekujur tubuh. Suara langka
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


