Anthony

1449 Words

Aku bisa bernapas lega setelah dokter mengatakan bahwa alergi yang terjadi padaku dikarenakan perubahan hormon. Area mataku masih terasa gatal, ruam merah masih membekas di tanganku. Aku benar-benar tidak percaya diri dengan penampilanku saat ini. Bahkan saat mertua dan kedua orang tuaku datang pun aku tidak berani menampakkan wajah. Pintu ruang inap terbuka menampakkan Alex yang terlihat pucat. Dengan cepat kutarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh. “Ana kamu baik-baik saja? Apa kamu merasa tidak enak badan?” “Aku baik-baik saja,” sahutku. “Buka selimutnya Ana. Saya ingin melihat kamu.” “Jangan. Wajahku masih banyak ruam merah.” Alex menarik selimut yang kupakai namun aku berusaha mempertahankannya. Alex akhirnya mengalah dan membiarkan aku menutup sekujur tubuh. Suara langka

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD