"Loh, Bianca udah datang, Sayang?" tanya Mawrina—Ibu Fenia dan Tania—ramah. Dia lekas mendekati Bianca meski tengah sibuk membuat membuat puding. Wajahnya terlihat sangat cerah dan penuh senyum saat menghampiri Bianca. Saat sudah dekat dengan Bianca, dia langsung memeluk sahabat anaknya tersebut. Memeluk Bianca seperti anaknya sendiri dan mencium kedua pipi Bianca hangat. Bianca yang diperlakukan seperti itu pun merasa sangat senang. Senyumnya mengembang sempurna saat merasakan pelukan hangat Mawrina. Setelah itu, Bianca dan Mawrina pun melepaskan pelukan mereka. Bianca dengan hormat dan sopan menyalami tangan Mawrina seperti orang tuanya sendiri. Di sudut hatinya bergetar keras karena dia merasa benar-benar bahagia saat ini. Bahkan tanpa sadar mata Bianca berkaca-kaca karena merasaka

