Silvi merasa tak betah juga berada di kamar sembari menunggu Rafli selesai menata meja makan, di luar ia mendengar Rafli berbicara dengan seseorang tak lama kemudian senyap lagi. "Sayaaang, ayo aku sudah selesai nih." Silvi bangkit dari duduknya di meja rias lalu melangkah ke arah pintu. Ia agak kaget saat melihat meja makan yang tersaji makanan lengkap, lampu dibuat temaram dan ada cahaya lilin yang menerangi. "Ini siapa yang bantuin dari tadi? Aku dengar suara seseorang yang kayaknya memang sengaja biar aku gak ngenalin suaranya, direndahkan gitu." "Itu nggak penting yang penting sekarang kamu duduk dulu." Rafli berjalan mendekati Silvi dan menarik kursi, membantu agar istrinya duduk lalu mencium kening Silvi. Silvi tersenyum lalu melihat Rafli yang duduk sambil menatapnya dengan mes

