"Ada apa ngajak aku ketemu di sini Mas Gun?" Neta menjatuhkan bokongnya di kursi sebuah cafe yang sore itu tidak begitu ramai. "Nggak papa, aku butuh teman, sudah selesai kan kerjaanmu?" Neta mengangguk tak lama datang minuman dan camilan yang membuat Neta sedikit kaget karena Gunawan masih saja ingat apa yang ia sukai, padahal dulu mereka tak begitu dekat, mungkinkah Gunawan menguntitnya? Neta tersenyum dan mulai meneguk lemon tea dan mencicipi roti bakar dengan toping meses dan keju, makanan sederhana yang entah mengapa selalu ia suka saat dinikmati selagi panas. "Kenapa tersenyum?" "Mas kok tahu kalo aku sejak dulu sukanya ngemil kayak gini, gak matching banget ya?" "Ya kamu kan nggak tahu dan juga cuek kalo aku selalu liatin apa yang kamu makan kalo kumpul sama teman-teman sesama

