Setelah menemui ibunda Gunawan sebentar mengingat malam yang mulai beranjak larut, Neta pamit duluan hendak beristirahat. Neta merasa beruntung karena adik Gunawan sangat ramah, setelah mengantarkannya ke kamar tamu, sepertinya adik Gunawan kembali menemui laki-laki itu. Tak lama Neta mendengar pintu kamar yang ditempatinya diketuk. Neta membuka pintu dan terlihat wajah khawatir Gunawan. "Kamu beneran nggak sakit kan Dik?" Neta menggeleng berusaha tersenyum namun Gunawan melihat kabut pekat di mata Neta. "Aku melihat matamu dan mata calon suami adikku sama-sama kaget, itu tak dapat disembunyikan, apa kalian punya masa lalu tak enak? Atau maaf, apa itu mantan suamimu? Karena menurut adikku dia dua kali gagal menikah, bagiku tak masalah asal jangan coba-coba dia mempermainkan adikku, bena

