27

1115 Words

Silvi berusaha sewajar mungkin di depan Rafli dan Restu, bahkan saat dikenalkan pun ia berusaha sekuat tenaga menahan egonya agar mau memajukan tangannya untuk bersalaman. Lalu melayani suaminya mengambil nasi dan lauk saat mereka akhirnya makan bersama. Sesekali Rafli mencium kening Silvi yang dibalas dengan senyum manis Silvi untuk suaminya. "Gini enaknya nikah Restu, kita ada yang ngeladenin, istriku ini pinter masak, dan segala urusan rumah tangga, dia bisa semua meski dia juga kerja, jadi terasa lengkap hidupku sekarang Restu, cuman ya lagi nunggu momongan, semoga segera dikasi sama Allah." "Aamiiiiiin." Restu pun berusaha menahan matanya untuk tidak selalu ingin melirik Silvi, wanita yang kini penampilannya jauh lebih menarik dari pada saat bersamanya. "Gimana? Nggak masih gak pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD