"Lah, Mas Gun, piye kabare Mas, Masya Allah gak ngiro ketemu maneh, tapi aku gak kaget Mas Gun dadi bos, Ket biyen lak sugih to." (Lah Mas Gun, gimana kabarnya, Masya Allah, nggak ngira Nia ketemu lagi, tapi aku gak kaget Mas Gun jadi bos, sejak dulu kan kaya). Keduanya bersalaman duduk berdampingan di ruang makan. Rafli dan Silvi kaget tak mengira jika keduanya sangat akrab. "Hei, kalian kaget ya? Mas Gun ini dulu kakak kelas waktu aku kuliah, sama-sama aktivis kampus dan ya lumayan kenal sama papa mama Mas Gun yang lucu dan kadang edan-edanan bareng." Neta berusaha menjelaskan bagaimana ia mengenal bos Rafli. "Nah bener itu kata Dik Neta, kami kenal karena ya tua di kampus, Dik Neta ini sebenarnya aku suka sejak dulu loh, tapi karena aku nggak PD ya nggak lanjut, dia terlalu pandai ja

