"Mas kenapa sih? Datang-datang main peluk aja, mandi dulu gih." Silvi mendongak menatap mata suaminya yang tak henti menatapnya juga. Mereka masih berada di ruang tamu. "Aku mencintaimu Sil, meski aku akui awalnya aku tak jelas menjabarkan perasaanku, awalnya aku hanya tertarik secara fisik sama kamu, tapi seiring berjalannya waktu aku sadari jika aku bukan hanya menyukai semua yang sudah kamu lakukan untuk aku sebagai suami kamu, tapi juga aku sungguh mencintai kamu." Sekali lagi Rafli memeluk Silvi dengan erat. Silvi mendorong pelan lalu tersenyum. "Makasih mencintai aku yang kurang kasih sayang ini, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik meski aku yakin aku bukan istri yang sempurna." "Eheeem ...." Silvi dan Rafli seketika menoleh saat melihat siapa yang datang. Ternyata Re

