16

1056 Words

"Kamu kenapa? Pulang-pulang kok ngelamun aja?" Rafli memeluk Silvi yang sejak datang terlihat tak seperti biasanya. Lebih banyak diam dan memejamkan matanya saat telah merebahkan diri di kasur. "Kamu marah ya Sayang? Karena akhir-akhir ini aku sibuk, sering pulang terlambat." "Ah nggak, itu terlalu kekanakan, aku cuman pingin diem saja kok Mas." "Pokoknya aku nggak mau, kamu harus nemenin aku ngobrol." Rafli mulai menyusupkan tangannya diantara d**a Silvi yang tak menggunakan apapun, mengusapnya perlahan, membentuk lingkaran di area ujung d**a, hingga tangan Silvi menghentikan pergerakan tangan Rafli. Berbalik dan menatap mata laki-laki yang menatap jenaka ke arahnya. "Maas, aku lagi nggak mood, jangan nakal-nakal tangannya," rengek Silvi. "Ayo jujur kamu kenapa?" Agak lama Silvi dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD