Nama itu tidak seharusnya ada di sana. Cassie tahu itu bahkan sebelum Bhava mengirimkan tangkapan layar kedua. Layar ponselnya memantulkan cahaya redup ke wajahnya yang kini lebih pucat dari biasanya. Hujan sudah berhenti, tapi udara masih menyimpan sisa dingin yang merayap ke tulang. Satu baris data. Satu kode akses. Dan namanya ditandai merah. Bukan sekadar terdeteksi. Ditandai. Artinya seseorang bukan hanya menemukan jejaknya. Seseorang sengaja menyalakan alarm. Manggala berdiri tak jauh darinya, memperhatikan tanpa menyela. Ia tahu wajah itu. Wajah Cassie saat sedang menyusun ulang strategi di kepalanya. “Kalau ini jebakan,” katanya pelan, “mereka ingin kau panik.” Cassie tersenyum tipis tanpa humor. “Kalau ini jebakan, mereka salah orang.” Ia memperbesar gambar itu. Jam akses

