Retak Kepercayaan

1166 Words

Kepercayaan tidak pernah runtuh dalam satu ledakan besar. Ia retak pelan, hampir tak terdengar lalu tiba-tiba sudah terlalu lebar untuk diseberangi. Cassie menatap layar laptop di ruang kerjanya yang gelap. Cahaya biru tipis memantul di matanya, mempertegas garis tegang di wajahnya. File yang baru saja ia terima masih terbuka. Tidak ada pengirim. Tidak ada jejak IP. Hanya satu lampiran. Dan satu nama. M. Bhava. Jantungnya tidak melonjak. Tidak juga berhenti. Ia hanya terasa lebih berat, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam. Itu tidak masuk akal. Bhava mungkin menyebalkan, terlalu banyak bicara, terlalu sering bersikap santai di saat genting. Tapi ia bukan pengkhianat. Bukan. Cassie memperbesar dokumen itu lagi. Metadata akses. Tanggal sepuluh tahun lalu. Otorisasi tingkat ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD