Sidang Pagi

1314 Words

Ketukan sepatu terdengar teratur di lorong panjang yang terlalu sunyi untuk disebut netral. Cahaya putih dari langit-langit memantul di lantai mengilap, menciptakan bayangan yang berjalan sejajar dengan Cassie tegas, lurus, tanpa ragu. Ia tidak terburu-buru. Justru ketenangan itulah yang membuat beberapa kepala menoleh saat ia melintas. Tatapan-tatapan singkat. Bisik yang ditahan. Udara yang terasa sedikit lebih kaku dari biasanya. Pagi ini bukan tentang pembelaan. Pagi ini tentang posisi. Pintu besar di ujung lorong terbuka sebelum ia menyentuhnya. Seseorang sudah menunggu di dalam. “Cassie.” Suara itu dalam. Stabil. Terlatih untuk memimpin ruangan tanpa perlu meninggikan nada. Ia masuk tanpa mengubah ekspresi. Di meja panjang yang tersusun rapi, para anggota dewan sudah duduk. Waj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD