Putus

743 Words

“Jangan percaya siapa pun malam ini.” Kalimat itu keluar dari bibir perempuan di kursi samping tanpa emosi, tepat saat mobil melaju masuk ke jalan sempit yang hanya diterangi satu lampu jalan. Manggala menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras. “Sudah terlambat untuk itu,” jawabnya. Perempuan itu tersenyum tipis. “Belum. Kau masih percaya pada satu orang.” Nama itu hampir keluar dari mulutnya. Manggala menelannya bulat-bulat. “Kita ke mana?” tanyanya dingin. “Ke tempat Bhava tidak ingin kau datangi,” jawabnya. “Dan ke satu kebenaran yang akan memutus sesuatu.” Mobil berhenti di depan bangunan tua yang terlihat seperti gudang kosong. Tidak ada papan nama. Tidak ada tanda kehidupan. Tapi insting Manggala berteriak tempat ini hidup dengan rahasia. Begitu pintu terbuka, udara lembap d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD