Daniel yang tengah mengisi air ke dalam gelasnya mendengar kalau pintunya diketuk. Pun ia melangkahkan kakinya, sebelum membukakan pintu, Daniel melihatnya terlebih dulu melalui kamera pintu, begitu ia menekan tombolnya, layar kecil itu langsung menampilkan keadaan di luar apartemennya tepatnya di depan pintu. "Dilla?" Gumamnya. Lantas Daniel segera mematikan kamera itu lagi. Dengan penuh keraguan, ia melangkahkan kakinya yang berat menuju pintu. Perlahan jemarinya meraih gagang pintu dan membukanya perlahan. Waktu terasa melambat kala pintu yang membatasi kaka beradik itu mulai terbuka, dan membuat tatapan keduanya mulai bertemu. Daniel hanya geming, menatap lurus adiknya dengan sorotan yang sulit diartikan, sementara Dilla berusaha menyimpulkan senyum terbaiknya. "Apa aku mengganggum

