Willy dan Dilla terus memerhatikan dua orang di sebelah sana. Namun, tak ada satu pun yang menyadarinya. Dilla mengeluarkan ponsel dari tas tangannya. Kemudian diam-diam mengarahkannya pada dua orang itu, mengambil gambar keduanya yang sedang saling berpegangan tangan. "Pemandangan menjijikan macam apa ini?" Dilla melempar tanya yang bukan untuk diberi jawaban, wanita itu menggedikkan bahunya sembari melihat hasil jepretannya. "Begitu romantis sampai aku ingin muntah," ujar Willy dengan raut yang menunjukkan ekspresi jijik. "Bagaimana bisa, manusia-manusia paruh baya seperti mereka masih mengedepankan kehidupan asmara?" Tanya Dilla, matanya menyipit seakan menganalisa dua orang yang tengah memadu kasih di sebelah sana. "Mungkin itu yang dinamakan puber kedua," Willy memberi jawaban sem

