Terkuaknya Identitas Pembunuh Palsu

2160 Words

           Nicholas berdiri tegap, memandangi laut lepas di hadapannya. Rahangnya mengeras, merasa geram karena tidak kunjung menemukan jalan keluar. Padahal ia sudah hampir semalaman mengitari hutan dan menyusuri jalanan, berharap setidaknya ada jalanan yang mengarah ke jalan raya. Atau setidaknya menemukan rumah warga setempat untuk bisa membantu. Namun, tempat asing ini benar-benar tidak ada sesuatu yang bisa menolongnya yang sudah kelelahan. Ingin segera pergi dari sana dengan tenang. Ia berteriak kesal, menendang-nendang pasir di depannya dengan kasar. Mengacak-ngacak rambutnya frustasi dengan d**a yang naik-turun karena emosi. Pemuda itu pun merebahkan tubuh di atas pasir putih, menghela napasnya yang ngos-ngosan dengan memandangi matahari terik di atas langit. Seakan mengejek ia y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD