3 bulan kemudian Adeks dan Vaniesya memberi nama, bayi perempuan mereka dengan nama Aretha Franklin Frandes. Sejak kelahiran Aretha, mansion Adeks terasa berbeda. Setiap hari selalu di ramaikan dengan suara tangis Aretha. Bahkan Adeks pun, sejak kelahiran putrinya, tidak pernah pulang malam, selalu saja pulang sore. Karena Adeks tidak ingin melewatkan momen momen berharga bersama anaknya. "Adeks..." teriakan Vaniesya menggelar di seluruh mansion. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari, mendengar Vaniesya berteriak-teriak. Karena setiap pagi Adeks selalu menggoda dan membuatnya kesal. Bagiamana tidak, Adeks selalu membangunkan Aretha di jam yang menurut Vaniesya terlalu pagi. Dan membawa Aretha berjalan-jalan diluar, dengan keadaan Aretha belum mandi. Dan sekarang pun masih jam setengah
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


