Setelah mengirim Viviana ke rumah sakit jiwa. Adeks memutuskan menghubungi Vaniesya, karena tak bisa membendung kerinduannya. Memang setelah Adeks membuat Viviana terbang dan bahagia, lalu ia jatuhkan dan lebih parahnya memasukkan Viviana ke rumah sakit jiwa. Bisa dibilang sangat kejam apa yang Adeks lakukan. Awalnya Viviana marah-marah kepada Adeks, setelah ia mengetahui semuanya. Dan kemarahan Viviana semakin menjadi-jadi, ketika Adeks menyeretnya ke rumah sakit jiwa. Adeks pun tak memperdulikan berontakan Viviana, ia tetep mengirim dan memasukkan Viviana ke rumah sakit jiwa. Dengan tangannya sendiri Adeks memasukkan Viviana ke kamarnya dan menguncinya sendiri. Ia ingin Viviana merasakan bagaimana rasanya tinggal di rumah sakit seperti ini lagi. Setelah urusannya dengan pihak rum

