SEMBILAN

1107 Words

San Fransisco, Amerika. Gadis cantik itu berdiri di balkon, dilihatnya pemandangan malam Amerika. Keadaan gadis itu kacau, matanya bengkak dan kondisi kamar pun sangat berantakan. "Sudah cukup ini semua, aku akan menghancurkannya." ucap lirih gadis tersebut. "Hallo siapkan semuanya, aku akan berangkat ke Turki!" perintah gadis tersebut dengan seseorang disebrang telfon. "Apa malam ini?" "Iya." gadis itu menutup telfon sepihak dan langsung keluar dari kamar tersebut. ********* Istanbul, Turki. Setelah mengobati lukanya, Adeks segera pergi menuju rumah sakit. Diperjalanan pikirannya hanya tersita oleh Vaniesya saja. Sesampainya di rumah sakit, Adeks melihat dokter yang biasa menangani Vaniesya, dihampirinya dokter tersebut untuk menanyakan perkembangan Vaniesya. "Dokter." "Ah tua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD