Prolog

200 Words
Bangkok tak pernah tidur. Di antara kelap-kelip lampu kota dan suara bising kendaraan, seorang pria berambut pirang dengan mata biru tajam berlari di gang sempit. Nafasnya berat, tapi langkahnya tetap cepat dan terarah. Adrian tahu, jika dia berhenti, peluru bisa menembus punggungnya kapan saja. Di belakangnya, tiga pria berpakaian hitam mengejar tanpa ragu. Mereka bukan sekadar preman jalanan, ini orang-orang suruhan Mr. X. Adrian sudah terlalu lama mengusik jaringan kriminal terbesar di Asia Tenggara ini, dan kini mereka ingin menghabisinya sebelum dia bisa membongkar lebih banyak rahasia. Adrian melompat melewati pagar besi berkarat, tubuhnya mendarat mulus di tanah berdebu. Tapi sebelum sempat melanjutkan lari, sebuah suara membuatnya berhenti. “Kau tidak bisa lari selamanya, Midnight.” Sosok pria tinggi dengan jas mahal berdiri di ujung gang, menghalangi jalannya. Adrian mengenalnya, tangan kanan Mr. X, si pemburu bayaran yang terkenal tak pernah gagal. Malam ini, Bangkok berubah menjadi jebakan mematikan. Dan Adrian, tak punya pilihan selain melawan. Setelah Adrian berhasil kabur dari kejaran tangan kanan Mr. X, dia pergi menemui Rena dan mengatur strategi berikutnya. Rena menyarankan untuk mengumpulkan tim Mr. Midnight sebelum melancarkan serangan, dia juga mengumpulkan informasi lainnya terkait Mr. X dari jaringannya yang berada di Bangkok.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD