33

1495 Words

Bab 33 Hujan turun. Marsha termenung sambil  menatap tetesan air yang jatuh ke ember yang di letakkan dekat kamarnya. Hari kegiatannya  hanya memperhatikan tetesan-tetesan air itu dengan wajah sedih. Marsha membenamkan wajah ke lutut. Ia teringat akan kegembiraannya dan kegembiraan Arsjad ketika melihat detak jantung Edward untuk pertama kali. "Ini pasti bohong! Ini gak bener?" Gumam Marsha berulang kali. Setelah berunding dengan keluarganya, Arsjad akhirnya mendaftar di spesialis kandungan sebuah rumah sakit yang di rekomendasikan Corry. Karena rumah sakit itu sangat terkenal dan banyak pasiennya, mereka harus menunggu beberapa waktu untuk melakukan berbagai macam tes. Marsha memaksa agar ia dan calon bayinya diperiksa sedetail mungkin, ia ingin hasil yang benar-benar akurat, setelahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD