Bab 35 "Tanggal dinas ke Sydney sudah disetujui, lo berangkat tiga hari lagi." Kekhawatiran terlihat jelas di wajah Arsjad saat mendengar perintah dari Barry. Dia merasa ada yang mengganjal di hatinya karena memikirkan Marsha sejak kejadian kemarin. Arsjad merasa harus mengatakan kepindahannya kepada Marsha, tapi ternyata dia sudah tahu. Kalau memang Marsha masih mencintainya, harusnya wanita itu melarang atau mencegah kepergiannya. Nyatanya Marsha terlihat baik-baik saja, padahal satu tahun bukan waktu yang singkat. "Kok diam? Elo gak berubah pikiran kan?" Barry yang belakangan ini akrab dengan Arsjad bertanya. Arsjad tertawa hampa. "Moga-moga sih enggak." "Bagus kalau gitu. Selama elo pergi, gue bisa deketin Caca. Sejak jadi janda, dia kelihatan menggoda." Barry bersiul pelan. Waj

