Setelah kejadian yang terjadi kemarin, baik Arsjad maupun Marsha berusaha bersikap biasa saja, seakan tidak terjadi apa-apa. Seperti sekarang, Arsjad menikmati sarapannya dengan diam. Dibawah radar para orang tua yang sejak tadi terlihat menahan diri untuk tidak bertanya, tentang apa yang ia dan Marsha lakukan kemarin sampai nakas bisa ambruk. Tidak seperti hari-hari biasa yang malas mandi, pagi ini Marsha sudah terlihat rapi. Dengan enggan, gadis itu menyeret kakinya ke arah meja makan. Jantungnya berdegup dengan kencang ketika melihat Arsjad yang terlihat tampan dengan pakaian kerjanya. Sedangkan Arsjad, mukanya memerah pikirannya melayang kemana-mana ketika melihat bibir tipis Marsha yang manyun seakan minta di cium. "Yahh... masa lauknya tempe sama tahu lagi sih?" Marsha menghempas

