Beberapa hari ini, Arsjad terlihat uring-uringan. Ia kesal dengan dirinya sendiri, kenapa bisa-bisanya ia mencium Marsha tanpa berpikir panjang, sesaat jantungnya terasa kaku, ketika mengingat tatapan mata Marsha yang terlihat panik. Tanpa sadar ia tersenyum. Seharusnya ia langsung melepaskan bibirnya ketika keadaan sudah aman bukannya kembali mencium lagi bibir yang terasa manis itu. Entah kenapa malam itu pikirannya terasa kosong. Ia merasa seakan ada kekuatan yang tak terlihat yang menyuruhnya untuk menarik tubuh gadis itu semakin dekat dengan tubuhnya. Kalau seandainya saat itu, Ubay tidak menelepon. Mungkin mereka berdua akan berakhir dengan saling bergumul di atas tempat tidur. Arsjad memang baru sekali ini mencium bibir seorang gadis, tetapi dia tidak bodoh untuk mengetahui kalau

