Corry terbangun jam dua malam, karena ponselnya yang terus bergetar. Ada panggilan masuk dari papanya yang sepertinya penting. Ia mengangkat panggilan teleponnya di balkon agar orang yang tidur lelap di sebelahnya tidak terganggu. Setelah menjawab teleponnya, wanita itu melempar ponsel dengan wajah bersungut tidak senang "Telepon dari rumah sakit?" Tanya Dirga yang terbangun karena mendengar suara berisik yang dibuat kekasihnya. Corry membalikkan tubuhnya menatap Dirga yang terlihat tampan dengan wajah baru bangun tidurnya. Ia menghela napas panjang mengingat hubungannya dengan Dirga yang belum ada kepastian walau dia sudah menyerahkan segalanya untuk pria itu. "Bukan siapa-siapa, cuma orang gak penting." Dalam hitungan detik, Corry sudah berada dalam pelukan Dirga. "Bagus! Karena

