14

1188 Words

Arsjad mengelus dahinya yang terkena ujung kotak iPhone yang dilempar Marsha. Sebenarnya sih dahinya tidak apa-apa, tapi Arsjad berakting supaya dia lolos dari omelan kakeknya karena menjahili istrinya. "Tuh liat, akibat perbuatan kamu. Benjolkan kepala Arsjad." Martini mulai menyemburkan amarahnya ke gadis itu. "Harusnya Caca lempar dia pake gelas, biar makin gede benjolnya!" Martini menggelengkan kepalanya ngeri. "Dasar otak kriminal!" "Udahlah, Tin. Kasih obatnya ke Caca biar dia yang ngobatin Arsjad. Kita orang tua gak boleh terlalu ikut campur sama urusan mereka. Biar mereka yang selesaikan sendiri." Selak Nazar. "Kamu juga, Ca. Arsjad itu suami kamu suka atau tidak. Belajarlah buat menghormati dia, ngerti?!" Marsha melirik sekilas ke arah Arsjad sebelum menjawab. "Iya, Kek"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD